Archives for category: Uncategorized

KERAJAAN MUGHAL

PADA MASA PEMERINTAHAN AURANGZEB ALAMGIR

1659-1707 H

KELOMPOK 9:

TUGAS ASIA SELATAN 1

PROGAM STUDY PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGRI SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesainya tugas ini tepat pada waktunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang Kerajaan Mughal

Sekilas Wajah Peradaban Islam di India, Kemunduran kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, tidak memungkinkan Islam menaklukkan seluruh daratan Asia, khususnya China dan Mongolia. Sebaliknya, dengan kegagahan yang mengalir dalam darah Mongol mampu meluluhlantakkan Baghdad. Ternyata, dengan penyerangan inilah, Islam masuk ke jiwa-jiwa pemberani tersebut. Banyak pembesar kerajaan Mongol yang memeluk agama Islam. Dinasti Changtai (1227-1369 M) yang didirikan oleh putra Jengis Khan, Changtai, merupakan cikal bakal Kerajaan Mughal di India. Karena Babur adalah keturunan Raja Changtai. Dinasti Ilkhan (1256-1335 M) yang didirikan oleh cucu Jengis Khan, Raja ke-7, Ghazan, juga seorang Muslim dan pada masanya, Ilkhan mencapai kejayaan. Kemaharajan Mughal, (Mughal Baadshah atau sebutan lainnya Mogul ) adalah sebuah kerajaan yang pada masa jayanya memerintah Afghanistan, Balochistan, dan kebanyakan anak Benua India antara 1526 dan 1858 M. Kerajaan ini didirikan oleh keturunan Mongol, Babur, pada 1526 . Kata mughal adalah versi Indo-Aryan dari Mongol . Dinasti Mughal berdiri tegak selama kurang lebih tiga abad (1526–1858 M) di India. Dalam kurun waktu tersebut, Islam telah memberi warna tersendiri di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas memeluk agama Hindu. Hingga kini, gaung kebesaran Islam warisan Dinasti Mughal memang sudah tidak terdengar lagi. Tetapi, lahirnya Negara Islam Pakistan tidak terlepas dari perkembangan perkembangan islam pada masa tersebut.

Sisa-sisa kejayaan Dinasti Mughal dapat dilihat dari bangunan-bangunan bersejarah yang masih bertahan hingga sekarang. Misalnya Taj Mahal di Agra, makam megah yang dibangun pada masa Syah Jahan untuk mengenang permaisurinya, Mumtaz Mahal, adalah saksi bisu kemajuan Arsitektur Islam pada masa dinasti ini. Bangunan indah yang termasuk “tujuh keajaiban dunia” ini memang sudah usang, lusuh, dan tidak terawat. Namun, kemegahan dan keindahannya menjadi bukti sejarah akan kokohnya peradaban Islam di India pada waktu itu. Kehidupan seperti roda berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Demikian halnya Dinasti Islam Mughal di India. Sebagaimana dinasti-dinasti Islam lainnya, dinasti ini pun mengalami siklus: berdiri, berkembang, mencapai puncak, mengalami kemunduran, lalu hancur. Itulah siklus peradaban seperti yang dikemukakan Ibnu Khaldun, sejarawan Muslim terkemuka melalui teori Ashabiyah-nya.

Pemerintahan Kemaharajaan Mughal didirikan oleh Zahirudin Babur pada 1526 M. Babur merupakan cucu Timur Lenk dari pihak ayah dan cucu Jenghiz Khan dari pihak ibu. Kerajaan ini dimulai ketika dia mengalahkan Ibrahim Lodi, Sultan Delhi terakhir pada pertempuran pertama Panipat dengan bantuan Gubernur Lahore. Ia menguasai Punjab dan meneruskan ke Delhi yang dijadikan ibukota kerajaan. Penguasa setelah Babur adalah putranya sendiri, Nashirudin Humayun (1530-1556 M) di masa ini kondisi kerajaan tidak stabil, karna banyak perlawanan dari musuh-musuhnya. Pada 1540 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Sher Khan dari Qanauj mengakibatkan Humayun melarikan diri ke Persia. Atas bantuan Raja Persia (Safawiyah), Humayun kembali merebut Delhi tahun 1555 M.

Puncak kejayaan kerajaan Mughal terjadi pada masa pemerintahan Putra Humayun, Akbar Khan (1556-1605 M). Sistem Pemerintahan Akbar adalah militeristik. Akbar berhasil memperluas wilayah sampai Kashmir dan Gujarat. Pejabatnya diwajibkan mengikuti latihan militer. Politik Akbar yang sangat terkenal dan berhasil menyatukan rakyatnya adalah Sulhul Kull atau toleransi universal, yang memandang sama semua derajat. Akbar menciptakan Din Ilahi, yang menjadikan semua agama menjadi satu demi stabilitas antara Hindu dan Islam. Akbar mengawini putri pemuka Hindu dan melarang memakan daging sapi. Penguasa keempat adalah Jahangir (1605-1628 M), putra Akbar. Jahangir adalah penganut Ahlusunah wal jamaah, sehingga apa yang ayahnya ciptakan menjadi hilang pengaruhnya. Dari itu muncul berbagai pemberontakan, terutama oleh putranya sendiri, Kurram. Kurram berhasil menangkap ayahnya, tapi berkat permaisuri kerajaan, permusuhan antara ayah dan anak ini bisa dipadamkan.

Setelah Jahangir meninggal, Kurram naik tahta setelah mengalahkan saudaranya, Asaf Khan. Kurram bergelar Shah Jahan (1627-1658 M) . Masa ini banyak terjadi pemberontakan, terutama dari kalangan keluarga kerajaan. Aurangzeb, panglima dan juga putra ketiga Shah Jahan berhasil memadamkan pemberontakan dari keturunan Lodi. Keberhasilan Aurangzeb membuat saudara tertuanya, Dara, merasa iri dan menuduh ingin merebut tahta kerajaan. Namun ketangguhan Aurangzeb berhasil mengalahkan saudaranya sekaligus menangkap ayahnya, Shah Jahan. Hal ini pernah dilakukan sendiri oleh Shah Jahan terhadap kakek Aurangzeb, Jahangir. Aurangzeb, (1658-1707 M) menggantikan ayahnya, Shah Jahan. Kebijakan Aurangzeb sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh para pendahulunya terutama buyutnya, Akbar Khan. Ia melarang berjudi, minuman keras, upacara sati, serta membolehkan pengrusakan kuil-kuil Hindu. Kebijakan ini menimbulkan banyak pemberontakan terutama dari kalangan Hindu.

Kebesaran namanya sejajar dengan kebesaran nama buyutnya, Akbar Khan. Meski pemberontakan bisa dipadamkan oleh Aurangzeb, namun setelah kematian Aurangzeb, banyak propinsi yang memisahkan diri. Kerajaan ini mulai mengalami kemunduran, meskipun tetap berkuasa selama 150 tahun berikutnya. Penguasa setelahnya antara lain: Bahadur Syah (1707-1712 M), Jhandar Syah 1713, Azim Syah 1713, Faruk Syiyar 1719, Muhammad Syah 1749, Ahmad Syah 1754, Alamgir 1759, Syah Alam 1806, Akbar II dan raja terakhir Bahadur Syah II 1858.

Peradaban Kemaharajaan Mughal Di bidang politik, Sulhul Kull berhasil menyatukan rakyat Islam, Hindu, dan penganut lainnya. Di bidang militer, pasukan Mughal dikenal dengan pasukan yang kuat. Terdiri dari pasukan gajah, berkuda, dan meriam. Wilayahnya dibagi menjadi distrik-distrik yang dikepalai oleh Sipah Salar. Di bidang ekonomi, memajukan pertanian. Terdiri dari padi, kacang, tebu, kapas, tembakau, dan rempah-rempah. Pemerintah membentuk sebuah lembaga yang mengurusi hasil pertanian serta hubungan dengan para petani. Industri tenun juga banyak diekspor ke Eropa, Asia Tenggara dll. Masa Jahangir, investor diizinkan menanamkan investasinya, seperti mendirikan pabrik. Di bidang seni, Jahangir merupakan salah satu pelukis terhebat. Kemaharajaan Mughal juga terkenal dengan ukiran dan marmer yang timbul dengan kombinasi warna-warni. Diantara bangunan yang terkenal: Benteng merah, makam kerajaan, masjid Delhi, dan yang paling popular adalah Taj Mahal di Aghra. Istana ini merupakan salah satu keajaiban dunia yang dibangun oleh Syah Jahan untuk mengenang permaisurinya, Noor Mumtaz Mahal yang cantik jelita.

 

 

 

BAB II

AURANGZEB ALAMGIR

1659 – 1707 H

  1. A.   Latar Belakang

Aurangzeb Alamgir merupakan penguasa keenam Kerajaan Mughal. Beliau lahir pada tangga 3 November 1618 pada masa kerajaan Dahood Mughal dan meninggal pada tanggal 3 Maret 1707 pada masa kerjaan Ahmednagar dengan usia 88 tahun. Aurangzeb Alamgir merupakan seorang putra dari pasangan Shah Jahan dan Mumtaz Mahal yangterkenal pada masa Raja Shah Jahan (1627-1658 H) dibangun mausoleum Taj Mahal. Aurangzeb Alamgir mempunyai tiga saudara yaitu Murad, Shuja, dan Dara Syikoh.

Stelah Shah Jahan wafat akibat sakit dan penderitaan,Aurangzeb yang memiliki nama lengkap Abdul Muzzafar Muhiuddin Muhammad Aurangzeb Bahadur Alamgir akhirnya menggantikan posisi ayanhnya itu pada tahun 1653. Aurangzeb dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Dari beberapa literature raja ke- 6 Mughal ini taat beragaman dan kerap menolak menggunakan uang negara dalam kehidupan pribadinya. Bahkan beliau rela menjadi penganyam kopi untuk memnuhi kehidupan sehari – harinya.

Tetapi dibalik kesederhanaannya, Aurangzeb Alamgir juga dikenal sebagai pribadi yang jahat, licik, dan haus akan kekuasaan.

 

  1. B.   Awal Mula Masa Pemerintahan Aurangzeb Alamgir

Sebelum Aurangzeb menduduki tahta terjadi persekongkolan dengan saudara kandungnya, Murad. Beliau melancarkan aksi terseubut untuk merebut tahta kerajaan dari ayahnya sendiri,Shah Jahan. Aurangzeb dan Murad berusaha untuk mengalahkan saudara-saudara kandungnya yang lain, karena khawatir jika tidak disingkirkan, saudara-saudaranya itu bisa menduduki kursi tahta sebagai raja.

Aksi Aurangzeb dan Murad adalah perang pertama melawan Dara Syikoh. Karena kelihaian perang, Aurangzeb dan Murad berhasil mengalahkan saudarinya itu. Bahkan Aurangzebberhasil memenjarakan Dara dan ayah kandungnya sendiri, Shah Jahan. Selanjutnya, Aurangzeb dan Murad berencana mengalahkan Shuja. Perang saudara kedua akhirnya terjadi padatahn 1659 di Khajwah dekat Allahabad, akhirnya Aurangzeb dan murad berhasil melumpuhkan Shuja.

Karena merasa iri dengan kemenangan Aurangzeb,Murad selanjutnya memutuskan perjanjian persekongkolan dalam merebut tahta kerajaan. Sehungga terjadilah perang saudara ketiga antara Murad dan Aurangzeb. Namun Aurangzeb kembali berjaya. Semenjak itu Murad dipenjarakan dan kemudian dihukum matioleh Aurangzeb sendiri. Semenjak itu, tidak ada lagi persaingan antar saudara dikerajaan Mughal. Walhasil, Aurangzeb pun naik tahta menjadi seorang raja dan mendapat gelar Sultan Aurangzeb Alamgir yang jika diartikan menjadi penakhluk dunia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

MASA PEMERINTAHAN AURANGZEB ALAMGIR PADA AWAL PEMERINTAHAANYA

  1. A.   Latar Belakang

Setelah saudara-saudaranya yang menentang haknya ntuk mewarisi kerajaan Hindustan semuanya tewas, Aurangze dinobatkan sekali lagi dengan upacara diDelhi pada tahun 1659 yang kemudianmendapat gelar Sultan Aurangzeb Alamgir yang berarti menakhlukan dunia. Masa pemerintahan Aurangzeb Alamgir berlangsung selama empat puluh Sembilan tahun sampai kematiannya pada tahun 1707.

Aurangzeb melakukan kampanye militer yang kuat untuk memperluas perbatasan kekaisaran mendapatkan tanah. Selain itu, untuk menyenangkan hati rakyat yang mengeluh selama pemerintahan bapaknya yang mengeluarkan belanja berjuta – juta untuk memperlihatkan kekayaan kerajaan Hindustan kepada dunia, ia menurunkan beberapa macam pajak. Akan tetapi oleh sebab pembesar-pembesar didaerah – daerah yangjau dari pusat kerajaan kebanyakan tidak memperdulikan amanat sultan itu, rakyat tetap membayar pajak yang berat seperti dulu dan makin lama makin bertambah melarat. Meskipun demikian keamanan dalam seluruh kerajaan tidak terganggu.(Pelu, 2011:67)

 

  1. A.   Kekuasaan Aurangzeb Alamgir

Aurangzeb meneruskan politiknya terhadap Deccan dan hampir segala waktu dan tenaganya dipergunakannya untuk menakhlukkan India Tengah. Ia segera melakukan penakhlukan, yang terpenting adalah ke Palamau, daerah utara Bihar, yang dipimpin oleh Daud Khan, Gubernur Patna 1661 M, penakhlukan Chittagong oleh Shayesta Khan, Gubernur Bangla pada tahun 1666 M. Selanjutya menyerang Tibet melalui Khasmir.

Kekuasaan Aurangzeb mendapat pengakuan dari negara – negara muslim lain. Sekitar 1661 – 1667 M, mereka mengirimkan dutanya ke India seperti: Sharif Mekah, Raja Persia, Balkh, Bukhara Khasigar,Urjanh (Khiva), Shahr-e-Nau, Gubernur Turki di Basrah, Hadramaut, Yaman, serta Raja Abessinia.

Aurangzeb dikenal sebagai penguasa Mughal yang melakukan gerakan puritan dengan menerapka islam ortodhok. Ia menggantikan kebijakan konsiliasi Hindu dengan kebijakan islam. Untuk itu ia mensponsori pengkondifikasian hokum islam dalam karya agungnya yang dikenal dengan Fatawa e Alamgir.

Setelah memperkuat kekuasaanya secara bertahap Aurangzeb menghapuskan semua praktek yang tidak sesuai dengan hukum islam. Ia juga menghapuskan delapan puluh pajak yang sangat memberatkan rakyat, namun di pihak lain ia kembali menerapkan kembali Jizyah yang telah dihapuskan oleh Sultan Akbar. Jizyah adalah pajak yang dipungut dari rakyat non muslim merdeka dalam negara Islam, yang dengan pajak itu mereka mengesahkan perjanjian yang menjamin mereka mendapat perlindungan, atau suatu pajak yang dibayar oleh pemilik tanah.

Selanjutnya untuk menegakkan kehidupan religius di masyarakat, Aurangzeb berusaha menerapkan pola baru dengan mengangkat muhtasib (petugas pengawas moral), yang mempunyai kewenangan untuk mengontrol perjudian, prostitusi, pengguna narkotika, minuman keras, serta hal-hal yang merusak moral lainnya (1659 M).

Selain hal tersebut diatas, kita juga mengetahui sebagai raja muda disana Aurangzeb Alamgir hampir dapat menakhlukan kerajaan Bijapue dan Golkonda, akan tetapi terpaksa dihentikan dan mengadakan perdamaian dengan kerajaan tersebut.lain dari wasangka Shah Jahan ada juga hal yang memaksa supaya perang dihentikan, yaitu ancaman dari Sivaji, panglima dari bangsa Maratha. Bangsa Maratha menduduki sebagian dari Dechan disebelah timur Bombay, yang terletak didaerah pegunungan yang tinggi, penuh rimba, hutan, dan jurang – jurang seolah terpisah dari bagian India yang lain. Dalam pegunungan itulah Bangsa Maratha merasa merdeka dan selalu menahan kedatangan orang lain dari luar. Disebabkan oleh perasaan kemerdekaan itu dan sifat gagah berani, tambahan pula oleh keadaan negri yang didiami mereka, kerajaan lain tak pernah dapat menakhlukan mereka.

 

  1. B.   Aurangzeb Alamgir dan Bangsa Maratha

Bangsa Maratha, nama ini akan sering disebut beberapa kali karena perlawanannya terhadap ancaman Hindustan dan kemudian dan penjajahan Inggris. Raja Maratha mengatur kerajaannya yang diberi nama dengan rapid an secara keprajuritan sehingga sanggup memberikan perlawanan kepada tentara Aurangzeb yang dikepalai oleh panglima – panglima perangnya.

Telah dipaparkan sebelumnya bahwa salah satu penyebab diberhentikannya perang adalah ancaman Sivaji pada saat Aurangzeb berusaha menakhlukan kerajaan Bijapur dan Golkonda. Sivaji adalah salah seorang panglima dari Bangsa Maratha yang dikenal juga sebagai bapak dari bangsa Maratha. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Shivaji dibesarkan dengan kebencian terhadap Islam, tetapi ada sedikit catatan sejarah yang secara langsung substantiates setiap membaca seperti itu. Untuk bertahun-tahun yang baik, Shivaji dan band-nya dari Maratha, yang dapat dengan keadilan beberapa diklaim sebagai memiliki berasal ide perang gerilya di India, menjarah pedesaan, dan Shivaji datang untuk memperoleh reputasi sebagai prajurit yang tangguh. Tetapi minat utama Shivaji terletak pada menundukkan Bijapur.

Shivaji menundukan Bijapur ketika ada kesempatan Sultan Muhammad Shah Adil meninggal dunia pada bulan November 1656. Hal itu membuat Aurangzeb tidak terima, beliau menyuruh panglima Afzal Khan untuk menyerang Shivaji. Namun tidak disangka Afzal Khan terbunuh pada tahu 1659. Menurut cerita, Afzal sepakat untuk bertemu dengan Shivaji dengan maksud penyerahan diri. Namun dibalik itu semua ada rencana jahat Sivaji, Afzal menerima obat berdosis tinggi sebelumia dibunuh oleh Sivaji. Sivaji membawa belati kecil dan cakar harimau, namun senjata – senjata itu tertutup oleh lengan panjang longgar pakaian yang dikenakannya. Afzal dibunh dengan alat – alat tersebut ketika mereka saling berpelukan.

Yang kedua, sebagai pengganti Afzal khan Shayista Khan juga hampir terbunuh. Sementara itu Sivaji merebut pelabuhan Surat dan merampas segala harta yang tersimpan dikota yang makmur. Tidak lama kemudian dengan perantara Raja Jaipur, Sivaji menyatakan kerelaannya untuk berdamai. Namun menurut berita setelah berhadapan dengan Aurangzeb ia tidak mengindahkan tertib dan hormat. Perdamaian tidak tercapai dan Sivaji kembali kenegrinya. Kegagalan perjalanan itu memperkuat kedudukannya di Deccan.

Putra mahkota Mu’azzam dan panglimanya raja Jaswatt Singh rupanya mengkhianat sebab menerima suap dari Sivaji dan membujuk Aurangzeb untuk memberi gelar raja bagi Sivaji. Ini terjadi pada tahun 1667, dan pada tahun yang sama Sultan harus menghadapi orang – orang Afghan di utara. Pada tahun 1664 Sivaji menyerang Surat untuk pertama kalinya dan memperoleh barang rampasan yang amat banyak.

Ketidak hadiran Aurangzeb karena sibuk diutara mendorong Sivaji melanjutkan tindakan – tindakannya, pada tahun 1670 ia sudah cukup kuat untuk memaksakan syarat  – syaratnya pada kebanyakan kerajaan tetangganya. Ia meminta seperempat penghasilan dari daerah – daerah Khandesh. Pada bulan Oktober 1670 ia merampok Surat lagi. Dan tiga tahun kemudian ia memahkotai dirinya sendiri sebagai Raja di Raigharh. Ia berencana melakukan penakhlukan – penakhlukan terhadap kerajaan – kerajaan. Pertama ia menyerang Golkonda dan penguasanya dipaksa menjadi sekutu. Kemudian ia merebut benteng Jinji di Arco Selatan, Vellore dan Tanjore. Bellary direbut sehingga ia menjadi penguasa sebuah kerajaan yang kuat dan mempunyai sekutu sultan Golkonda dan Bijapur. Sementara Hindustan terpaksa berperang dengan Afganistan dan memakai sebagian dan memakai sebagian tentara pula untuk memadamkan api pemberontakan kaum Sikh. Dalam keadaan yang genting ini dengan tidak disangka – sangka Sivaji wafat ditahun 1680 dan kemudian digantikan oleh putranya Sambhaji.

Sivaji adalah orang yang berkemampuan hebat dan membangun sebuah bangsa. Ia menganggap orang Moghul dan semua orang islam sebagai musuhny, dan percaya bahwa semua adalah fair dalamperang memakai seala sesuatu untuk mendapatkan bantuan dan mencapai apa yang dikehendaki untuk melawan musuh.

 

  1. C.   Aurangzeb dan Penguasa Jodhpur

Orang – orang Rajhput mempunyai sebuah kebiasaan untuk memerangi setiap pemerintahan yang berkedudukan di Delhi. Mereka kembali menjadi gelisah ketika erjadi sesuatu yang membuat mereka amat marah. Raja Jaswant Singh,penguasa Johpur (Marwar) telah dipanggil ke Deccan,dan telah menyertai Aurangzeb ke Peshawar, dalam perangnya melawan orang – orang Afghanistan. Ia meninggal dalam pertempuran pada tahun 1678 yang dengan jelas tanpa seorang pewaris. Aurangzeb yang telah memaafkan Jaswant Singh yang telah beberapa kali berkhianat, pergi ke Ajmer dan memberinya gaddi kepada kemenakan laki – laki Jaswant Singh: Indra Singh. Jaswant Singh mempunyai seorang putra bernama Ajit Singh. Aurangzeb memutuskan untuk membawanya ke Delhi dengan dikawal oleh ketua Rajhput. Durga Das,yang inin memperoleh gaddi itu buat dirinya. Demikian ia melarikan diri ke Jodpur dengan pangeran yang masih bayi, dan ketika sampai mengusir Indra Singh dan merenut tempatnya. Ia lalu memanggil para pangeran Rajhput kemudian secara rahasia menulis surat kepada Akbar bahwa mereka akan menempatkannya diatas tahta kesultanan setelah menggulingkan Aurangzeb bila ia datang memihaknya. Akbar enerima tawaran itu, sehinga Aurangzeb harus berperang sendirian. Dengan sebuah suat yang disusun secara cerdik yang mana diatur untuk direbut oleh seorang peronda Rajhput, ia memperlihatkan keraguan Akbar akan pemikiran orang – orang Rajhput. Oleh karena itu orang – orang Rajhput mengusirnya dan ia melarikan diri ke Deccan. Aurangzeb tidaj pernah mengampuninya. Sulan mengalahkan orang – orang Rajhput dan Raja Udaipur mulai meminta perdamaian. Aurangzeb mengampuninya, dan ketika parapangeran Rajhput lainnya menhentikan perang dan meminta syarat – syarat yang sama. Merekapun diampuni.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MASA KEJAYAAN AURANGZEB ALAMGIR

Aurangzeb selanjutnya memaingkan perhatuannya ke Deccan, ia sampai di Ahmadnagar pada tahun 1663. Disana ia mendapati bahwa ada tiga kerajaan yang memberontak: Negeri Marata dari Sambhaji, putra Sivaji dan dari sekutu – sekutunya Golkonda dan Bijapur. Demikian ia memutuskan untuk menundukan kerajaan – kerajaan lainnya dulu. Ia merebut Bijapur pada tahun 1685 dan mGolkonda 1687. Dalam tahun 1689 ia mengambil Sambhaji.orang – orang dari Marata menempatkan saudaranya, Raja Ram diatas tahta, setelah Raja Ram jandanya Tara Bai melanjutkan peperangan,tetapi benteng demi benteng jatuh, sampai akhirnya pada tahun 1705 Aurangzeb menghapuskan kerajaan Marata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

MASA KEMUNDURAN AURANGZEB

 

Orang – orang hindu dan orang Eropa telah mengkritik kebijakan Aurangzeb. Orang Inggris menjadi terlibat pada tahun 1686 dalam suatu perikaian setempat dan membakar kota Hugli. Shaista Khan yang menentang Inggris mengambil langkah –langkah efektif melawan mereka, sehingga mereka diusur dari Benggala. Mereka lalu kembali ke Benteng St. George di Madras, yang telah mereka bangun pada tahun 1639. Dari sana mereka lalu menuntut Sultan memaafkan mereka dan itu dikabulkan oleh Aurangzeb. Mereka kemudian membangun sebuah empat bau di Hugli, yang akhirnya berkembang menjadi kota Calcuta, 1690. Kantor – kantor pedagang EIC telah membuat hal serupa dipantai sebelah barat. Mereka telah memindahkan kantor dagang mereka dari Surat ke Bombay, tetapi telah mengganggu kapal – kapal Moghul. Aurangzeb mengambil langkah cepat melawan kompeni sampai presiden mereka Sir Jonh Child meminta damai. Aurangzeb memaafkan mereka, tetapi mereka harus membayar ganti rugi.

Pada tahun 1678, semua komunitas Hindu terkemuka: Jat, Satnamis, Marata, dan Rajhput telah memberontak, yang mana meyakinkan Aurangzeb bahwa orang – orang Hindu sebagian besar tidak setia pada penguasa Muslim. Oleh karenanya ia memutuskan untuk memperlakukan mereka sebagai rakyat jajahan, dan pengganti tuntutan militer dari mereka, menentukan pajak untuk memperoleh hak pilih, berupa Jizya, bagi mereka. Orang – orang hindu yang membayar hasil bumi dikecualikan, itu juga berlaku bagi mereka yang melayani suatu kemampuan, baik laki  laki maupun perempuan juga dikecualikan. Jizya merupakan pajak nominal, tetapi orang – orang hindu tidak menyukainya karena dianggap mendeskriminasikan mereka. Harus diingat bahwa Aurangzeb menerapkan pajak ini paa tahun 1679, 21 tahun setelah ia bertahta, ketika hampir setiap komunitas hindu yang suka berperag bangkit melawannya dan mengorbankan kepercayaannya.

Aurangzeb dimasa itu sudah berusia tinggi dan tak sanggup lagi menjalankan pimpinan yang tepat. Ia hanya percaya pada martabatnya sendiri. Putra – putranya satu persatu dibuang keluar negri atau diangkat sebagai Gubernur, jauh dari tempat diamnya. Sejak 1696, perang Maratha menimbulkan kerugian besar pada kerajaan. Kesehatan Sultan semakin berkurang dan ditahun 1705 sultan meninggal dunia di Ahmadnagar, tempat permulaan perang Deccan 24 tahun yang lalu pada tahun 1707.

BAB VI

PENUTUP

 Demikianlah kisah yang amat menyedihkan dari seorang sultan yang membawa kerajaan Hindustan kepada puncak kekuasaan setelah Aurangzeb wafat kerajaan itu mundurlah dengan cepat menemui keruntuhannya ternyata juga sultan pada akhir hidupnya bermaksud membagi kerajaan Hindustan

Advertisements
Untuk jatuh ke dalam cinta itu mudah sekali.

Tapi tidak mudah untuk berenang berirama dengan anggun, dan tidak tenggelam dan tercekik di dalamnya.

Mungkin itu sebabnya, tidak lama setelah jatuh ke dalam cinta, banyak orang yang jatuh ke luar cinta.

Dan mungkin, lagi …

Perasaan pedih di hatimu itu bukan cinta, tapi gamangnya orang yang sedang jatuh ke luar dari cinta.

Bukankah perhatianmu sekarang lebih kepada kepedihan dan penyelamatan hatimu?

Itu namanya bukan cinta, tapi asap pemedih mata dari cinta yang sedang padam.

Itu adalah cara Tuhan menyiapkan tempat yang lebih baik di hatimu bagi cinta yang baru.

Bersiap-siaplah. Cantikkanlah dirimu. Cintamu yang baru sedang dalam perjalanan menemuimu.

Mario Teguh – Loving you all as always

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.